Be yourself; Everyone else is already taken.
— Oscar Wilde.
This is the first post on my new blog. I’m just getting this new blog going, so stay tuned for more. Subscribe below to get notified when I post new updates.
Mendidik Pemenang bukan Pecundang!!!
Be yourself; Everyone else is already taken.
— Oscar Wilde.
This is the first post on my new blog. I’m just getting this new blog going, so stay tuned for more. Subscribe below to get notified when I post new updates.
Pos Indonesia Menjawab Tantangan Zaman
Pos merupakan sebuah badan usaha milik Negara yang bergerak dibidang jasa. Perusahaan yang sudah berdiri sejak tahun 1746 ini sahamnya di pegang penuh oleh pemerintah Indonesia. Sejak berdirinya perusahaan ini sudah ada beberapa perubahan mendasar yang dilakukan, perubahan ini ditujukan untuk menjawab tantangan dan perkembangan zaman di era digital ini. Salah satu perubahan yang dilakukan adalah Pos sudah mulai melayani jasa keuangan, ritel, dan juga property yang penyebarannya sudah sangat merata di penjuru nusantara. Terhitung sudah ada lebih dari 4000 kantor pos dan 28.000 di Indonesia.
Jika ada yang beranggapan ketika ada sesorang yang menggunakan pelayanan pos adalah orang yang sangat konvensional itu adalah anggapan yang sangat keliru. Karena, ekspansi wilayah pelayanan Pos Indonesia bahkan tidak hanya meliputi nasional saja, melainkan sudah juga meliputi wilayah internasional. Peningkatan ini dilakukan karena salah satu tujuan awal Perusahaan ini dibentuk adalah Go International. Langkah konkrit yang dilakukan untuk mewujudkan salah satu tujuannya dengan cara bekerja sama dengan badan-badan usaha di Negara lain. Contohnya adalah Western Union.
Berbagai fitur yang ditawarkan dalam pelayanan Pos Indonesia terhadap pelanggannya merupakan langkah strategi untuk memudahkan konsumen dalam memenuhi kebutuhannya. Seperti ; fasilitas transfer uangfasilitas pembayaran tagihan, air, listrik dan beberapa fitur lainnya yang sangat mudah digunakan.
Untuk menjawab tantangan di era digitalisasi, direktur jaringan dan layanan keungan PT Pos Indonesia sudah mempersiapkan pengembangan mengenai financial service akan diarahkan kepada metode pembayaran digitalisasi. Beliau juga menerangkan bahwa untuk kedepannya orang0orang akan cenderung malas untuk datang ke kantor pos untuk keperluan pengiriman barang atau paket. Jadi beliau juga sudah mempersiapkan antisipasinya melalui perubahan pelayanan jasa yang harus digitalisasi pelayanannya. Seperti ; pick up service, track and trace-nya serta content delivery yang lebih masa kini.
Jadi, PT Pos Indonesia sudah siap bersaing dengan beberapa perusahaan baru yang bergerak dibidang yang sama dan PT Pos Indonesia pun siap untuk menjawab tantangan zaman.
Begini Perjuangan Memasok Listrik ke Pedalaman Papua
Membangun infrastruktur jaringan listrik di pelosok bukan hal mudah, termasuk di desa-desa yang ada di Papua. #PapuaTerang #TerangiNegeri
Seperti dialami PT PLN (Persero) dalam menyediakan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) di Desa Enem, Kabupaten Mappi,Provinsi Papua. #PapuaTerang #TerangiNegeri
Direktur Bisnis PLN Regional Maluku dan Papua Ahmad Rofiq menyampaikan kesulitan akses jadi tantangan tersendiri dalam membangun PLTS berkapasitas 100 kwp di Desa Enem. #PapuaTerang #TerangiNegeri
Kehidupan di sana salah satunya terisolasi, aksesibilitasnya sulit, sehingga untuk mencapai daerah sana, karena aksesnya sulit, yaitu pasti ada kesultanan bawa peralatan, kesulitan buat bawa sparepart, bahan bakar, bawa peralatan. #PapuaTerang #TerangiNegeri
Namun, kata dia kondisi di Enem terbilang lebih mudah dibandingkan desa di pelosok Papua lainnya. Akan tetapi tetap saja, butuh upaya yang tidak sedikit. #PapuaTerang #TerangiNegeri
Kalau Enem sebenarnya relatif lebih mudah dibandingkan desa desa di Papua yang lainnya. (Tantangan di Enem) ya lewat sungai. #PapuaTerang #TerangiNegeri
Bahkan kita ada yang bawa peralatan pakai pesawat. Mau tidak mau kita harus lakukan itu. Kalau tidak, tidak akan pernah bisa melistriki. #PapuaTerang #TerangiNegeri
Selain itu, investasi infrastruktur kelistrikan di desa-desa pelosok jauh lebih mahal. Memang berat sekali melistriki seluruh pelosok negeri. #PapuaTerang #TerangiNegeri
Sebagai gambaran untuk listriki satu desa di Papua butuh biaya 10 kali lipat dibandingkan di kota kota tanah Jawa atau Sumatera. #PapuaTerang #TerangiNegeri
Di Jawa kita butuh mungkin Rp 1 juta sampai Rp 1,5 juta untuk satu rumah. Kalau di Enem itu sekarang totalnya hampir 300 rumah. 300 rumah anggaran yang kita habiskan di sana hampir Rp 5 miliaran, dibagi saja Rp 5 miliar dibagi 300 rumah. #PapuaTerang #TerangiNegeri
Puluhan tahun gelap gulita, warga Desa Enem, Distrik Obaa, Kabupaten Mappi, Provinsi Papua akhirnya kini tersentuh listrik. #PapuaTerang #TerangiNegeri
Tepatnya, kemarin, Selasa (24/7), diresmikan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) berkapasitas 100 kwp oleh PLN. #PapuaTerang #TerangiNegeri
Perjalanan dimulai dari Bandar Udara Mopah Merauke dengan menggunakan pesawat perintis. Sekitar pukul 10.30 WIT, disambut oleh cuaca cerah, pesawat lepas landas menuju Bandara Kepi, Kabupaten Mappi, Papua. #PapuaTerang #TerangiNegeri
Perjalanan tersebut memakan waktu kurang lebih satu jam. Tiba di Bandara Kepi sekitar 11.30 WIT. #PapuaTerang #TerangiNegeri
Satu jam di udara dengan Pesawat Perintis terbilang menantang. Pasalnya guncangan lebih kuat dibanding pesawat komersial pada umumnya. Beruntungnya cuaca sedang bersahabat. #PapuaTerang #TerangiNegeri
Setiba di Bandara Kepi, perjalanan dilanjutkan menggunakan kendaraan roda empat menuju Dermaga Mur. #PapuaTerang #TerangiNegeri
Perjalanan memakan waktu sekitar 30 menit, dengan kondisi jalan yang belum mulus-mulus amat. Masih ada jalan berlubang yang membuat kendaraan harus melambat. #PapuaTerang #TerangiNegeri
Dari Dermaga Mur ini lah perjalanan menantang yang sesungguhnya. Menuju Desa Enem harus ditempuh lewat jalur sungai menggunakan speed boat. #PapuaTerang #TerangiNegeri
Waktu tempuhnya sekitar 30 menit. Perjalanan dimulai sekitar 12.00 WIT, dan tiba sekitar 12.30 WIT. Meski hanya memakan waktu 30 menit, perjalanan sangat memacu adrenalin. #PapuaTerang #TerangiNegeri
Speed boat yang melaju kencang ditambah gelombang air, membuat tubuh sulit menjaga keseimbangan. #PapuaTerang #TerangiNegeri
Namun, pengemudi tampak lihai menghindari gelombang tinggi sehingga meminimalisir guncangan. Selain itu, para penumpang juga dibekali dengan jaket pelampung. #PapuaTerang #TerangiNegeri
Tiba di Desa Enem, rombongan PLN langsung disambut oleh warga setempat, ala adat Papua. Anak-anak hingga orangtua tampak antusias menantikan hadirnya listrik di desa mereka. #PapuaTerang #TerangiNegeri
Usai acara peresmian, rombongan meninggalkan Desa Enem menggunakan speed boat sekitar 14.30 WIT, dengan waktu tempuh sama dengan saat berangkat, sekitar 30 menit. #PapuaTerang #TerangiNegeri
Di perjalanan pulang sempat terjadi sedikit masalah, speed boat yang ditumpangi Bupati Mappi Kristosimus Agawemu mogok. Namun akhirnya bisa melaju kembali. #PapuaTerang #TerangiNegeri
Akhirnya sekitar 15.00 WIT tiba di Dermaga Mur, dan langsung bertolak menuju Bandara Kepi. Istirahat sejenak di sana, baru sekitar 14.00 WIT perjalanan dilanjutkan dengan Pesawat Perintis. Perjalanan berakhir di Bandara Mopah sekitar 16.40 WIT. #PapuaTerang #TerangiNegeri
Warga Desa Enem, Distrik Obaa, Kabupaten Mappi, Provinsi Papua, mendapatkan pasokan listrik dari PLN. Sebelum tersentuh listrik, desa di sana gelap gulita. #PapuaTerang #TerangiNegeri
Warga di sana pun menyambut gembira hadirnya listrik di desa mereka. Salah satu yang mengungkapkan rasa senangnya adalah Maria Bapaemu. Dia mengatakan, di Desa Enem sudah lama kondisinya gelap. #PapuaTerang #TerangiNegeri
“(Dengan adanya listrik) senang, (karena) sudah lama gelap, hari ini baru terang,” kata Maria, di Desa Enem, Papua Selasa (24/7/2018). #PapuaTerang #TerangiNegeri
Maria mengatakan selama ini rumah mereka tidak ada lampu karena belum ada listrik untuk menyalakan lampu. Dengan sudah terlistrikinya desa tersebut, maka rumah-rumah mereka kini terang saat malam. #PapuaTerang #TerangiNegeri
“Iya (sebelumnya) tidak ada lampu. Baru kali ini kita dapat terang,” ujar Maria. Selama tidak ada lampu, aktivitas sehari-hari, khususnya di malam hari warga mengandalkan pelita atau biasa dikenal dengan lampu teplok. #PapuaTerang #TerangiNegeri
Lampu teplok digunakan misalnya saat anak belajar malam hari. “(Anak belajar) pakai pelita, (sekarang sudah) 1 SMP,” ujarnya. #PapuaTerang #TerangiNegeri
Dia sudah 20 tahun tinggal di desa tersebut. Selama itu, tidak ada listrik yang menerangi rumah. Bahkan untuk menonton televisi pun tidak bisa. #PapuaTerang #TerangiNegeri
“(Sudah tinggal di sini) 20 tahun lebih. (Masuk listrik) baru kali ini. (Nonton televisi) tidak ada,” jelasnya. #PapuaTerang #TerangiNegeri
Namun, hari ini Desa Enem sudah mendapat pasokan listrik dari Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) berkapasitas 100 kwp. Tentu, beragam aktivitas yang butuh listrik sudah bisa dilakukan. #PapuaTerang #TerangiNegeri
Era kepemerintahan Presiden Jokowi telah membuktikan fokusnya dalam membangun Indonesia, termasuk di wilayah perbatasan Indonesia dengan negara lain.
Hal itu dibuktikan dengan telah dibangunnya tujuh pasar perbatasan sebagai bagian pengembangan kawasan perbatasan serta pusat ekonomi baru yang terintegrasi dengan pembangunan Pos Lintas Batas Negara (PLBN).
Sebanyak 7 pasar perbatasan tersebut antara lain terletak di Skouw Papua, Nanga Badau, Entikong dan Aruk di Kalimantan Barat, serta Wini, Motaain dan Pasar Motamasin di Nusa Tenggara Timur.
Setiap pasar akan terdiri dari kios tertutup dan lapak terbuka dengan total lapak yang akan tersedia sebanyak 905 buah. Bangunan pasar juga didesain dengan mengakomodir kearifan budaya lokal.
Pemerintah tidak hanya memfokuskan pembangunan pada kawasan PLBN saja, tetapi daerah pemukiman sekitarnya juga turut dibangun agar pembangunan ekonomi tetap berkesinambungan.
Menurut laporan yang didapatkan, Kementerian PUPR mengeluarkan biaya sebesar Rp 70,25 miliar untuk membangun Pasar Skouw di Papua. Saat ini, progres fisik mencapai 93,33 persen dan ditargetkan rampung 2019.
Untuk Pasar Nanga Badau dengan biaya Rp 7,33 miliar, progres fisiknya 66,73 persen. Sementara Pasar Entikong dengan biaya sebesar Rp 27,17 miliar, progres fisik mencapai 55,93 persen, dan Pasar Aruk dengan biaya Rp 22,23 miliar progress fisik 71,17 persen.
Pasar Nanga Badau akan rampung pada 2018, sementara Pasar Entinkong dan Pasar Aruk ditargetkan rampung tahun depan. Sementara untuk Pasar Wini progres terakhir telah mencapai 92,12 persen, dengan biaya Rp 12,82 miliar.
Sedangkan Pasar Motamasin dibangun dengan biaya Rp 9,6 miliar hampir selesai yakni 99 persen, dan Pasar Motaain dengan biaya Rp 14,24 miliar progres fisik sudah 86,76 persen. Ketiga pasar di Nusa Tenggara Timur tersebut ditargetkan rampung pada 2018
This is an example post, originally published as part of Blogging University. Enroll in one of our ten programs, and start your blog right.
You’re going to publish a post today. Don’t worry about how your blog looks. Don’t worry if you haven’t given it a name yet, or you’re feeling overwhelmed. Just click the “New Post” button, and tell us why you’re here.
Why do this?
The post can be short or long, a personal intro to your life or a bloggy mission statement, a manifesto for the future or a simple outline of your the types of things you hope to publish.
To help you get started, here are a few questions:
You’re not locked into any of this; one of the wonderful things about blogs is how they constantly evolve as we learn, grow, and interact with one another — but it’s good to know where and why you started, and articulating your goals may just give you a few other post ideas.
Can’t think how to get started? Just write the first thing that pops into your head. Anne Lamott, author of a book on writing we love, says that you need to give yourself permission to write a “crappy first draft”. Anne makes a great point — just start writing, and worry about editing it later.
When you’re ready to publish, give your post three to five tags that describe your blog’s focus — writing, photography, fiction, parenting, food, cars, movies, sports, whatever. These tags will help others who care about your topics find you in the Reader. Make sure one of the tags is “zerotohero,” so other new bloggers can find you, too.